ALTEKINDO GROUP

Korosi dan Cleaning, Proteksi Katodik, Cold Cutting and Beveling, Pigging System, Bolt Tightening, Hydraulic Torque, Bolting, Hot Tapping, Stople Plugging, Insulation Joint Jacketing Hot and Cold Pipe Valve, Insulasi Pipa Panas dan Dingin, Flange Management, Drying dan Nitrogen Purging, Pneumatic Test, Leak Test, Hydro Test, Coating, Painting, Sandblasting, Flange Facing, Sevice Tanki, Inspeksi Caliper Pig, Metering Regulating Station (MRS), Refractory, Batu Bata Tahan Api,Prekomising,Piping dan Pepline

Email : sales@altekindo.co.id

Kontak : 085774889641

(KONTAK AKTIF 24 JAM - CHAT VIA WHATSAPP)
CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL

CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL

CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL , Altekindo Group
CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL , Perusahaan Altekindo Group

Jika ada Permintaan Harga CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL Atau yang Perlu di Diskusikan dan Ditanyakan Tentang CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL silahkan hubungi : 


CONTROLLED BOLTING TOOLS - PERUSAHAN JASA DAN PEKERJAAN PENGADAAN MATERIAL



ALTEKINDO Group (Kami Gabungan Beberapa Perusahaan Dalam Satu Pengelolaan Divisi Marketing)
Untuk Informasi Hubungi : 
Sales Altekindo
Email : sales@altekindo.co.id
Kontak  : 085774889641 (KONTAK AKTIF 24 JAM - CHAT VIA WHATSAPP)

Jasa Pekerjaan "Altekindo Group" Sebagai Berikut 
  • Jasa Angkut Pembuangan
  • Jasa Architectural work
  • Jasa Bank Garansi
  • Jasa Barge & vessel owner
  • Jasa Batching plant
  • Jual Batu Bata Tahan Api
  • Jasa Bolt Tightening
  • Jasa Bolting
  • Jasa Cathodic Protection
  • Jasa Ceramic Coating
  • Jasa Chemical cleaning
  • Jasa Cleaning
  • Jasa Cleaning Catalyst
  • Jasa cleaning pasivasi
  • Jasa Coating
  • Jasa Coating & Painting
  • Jasa Cold Cutting and Beveling
  • Jasa Concrete & foundation activity
  • Jasa CSMS
  • Jasa Deepwell activity
  • Jasa Diving
  • Jasa Drainage
  • Jasa Drying
  • Jasa Drying dan Nitrogen Purging
  • Jasa Ducting
  • Jasa Earthwork & earth moving
  • Jasa Electical
  • Jasa Fabricator
  • Jasa Fabrikasi Separator
  • Jasa Flange Facing on site Machining
  • Jasa Flange Management
  • Jasa General surface cleaner
  • Jasa Geomembrane
  • Jasa Hot Tapping
  • Jasa HVAC Installation
  • Jasa Hydraulic Torque
  • Jasa Hydro Test
  • Jasa Inspeksi Caliper Pig
  • Jasa Instalasi Isolating Joint
  • Jasa Instrument
  • Jasa Insulasi Pipa Panas dan Dingin
  • Jasa Insulation
  • Jasa Insulation Joint Jacketing Hot and Cold Pipe Valve
  • Jasa Iso dan Ohas
  • Jasa Isolasi Pipa Chiller, Pompa, Tanki
  • Jasa Kontruksi Bangunan
  • Jasa Kontruksi Gedung
  • Jasa Korosi
  • Jasa Land clearing
  • Jasa Leak Test
  • Jasa Loading Catalyst
  • Jasa Logging
  • Jasa Mechanical
  • Jasa Membersihkan Stainless Steel
  • Jasa Metering Regulating Station (MRS)
  • Jasa NDT - Radiography
  • Jasa Nitrogen Purging
  • Jasa Offshore
  • Jasa Online Leak Sealing
  • Jasa Pabrikasi Valve
  • Jasa Painting
  • Jasa Passivation Layer Solution
  • Jasa Pekerjaa Ceramic Coating
  • Jasa Pendaftaran Vendor
  • Jasa Pigging System
  • Jasa Piling
  • Jasa Pipe laying
  • Jasa Piping dan Pipeline
  • Jasa Plumbing
  • Jasa Pneumatic Test
  • Jasa Portacamp Mob. & lifting
  • Jasa Post tenching
  • Jasa pre commissioning
  • Jasa Produk Pembersihkan Stainless Steel
  • Jasa Property
  • Jasa Proteksi Katodik
  • Jasa Proteksi Katodik (Cathodic Protection)
  • Jasa Purging
  • Jasa Raw water intake work
  • Jasa Refractory
  • Jasa Repair Valve
  • Jasa Roofing & siding
  • Jasa Sandblasting
  • Jasa Sanitary Surface Cleaner Metal Surface Cleaner
  • Jasa Scaffolding
  • Jasa Security service
  • Jasa Service & Pabrikasi Valve
  • Jasa Service Valve
  • Jasa Sevice Tanki
  • Jasa Soil investigation
  • Jasa Split Tee Indent / Manufacture
  • Jasa Stainless Surface Cleaner
  • Jasa Steel structure
  • Jasa Stople Plugging
  • Jasa Temporary facility
  • Jasa Topography
  • Jasa Transportation provider
  • Jasa Trenching or dredging
  • Jasa Weather forecast activity
  • Jasa Welding / Pengelasan
  • Jasa Welding Habitat
  • Jasa welding Orbital
  • Jasa Pembuatan Box Truk Fiber Glass

Perkembangan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap kemajuan bisnis di sektor industri pemerintah maupun swasta termasuk yang di kerjakan altekindo dalam pekerjaan minyak dan gas bumi , Perkembangan tersebut menuntut profesionalisme di berbagai bidang termasuk bidang altekindu yang sesuai dengan Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO ini. 



Seiring dengan perkembangan tersebut jumlah tantangan pekerjaan pun semakin bertambah seiring dengan aktivitasnya. Khususnya bidang pipe line yang altekindo kerjakan yang berhubungan dengan Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO ini yang bersifat penawaran pekerjaan service secara online atau tidak, juga dapat dikembangkan baik di industri-industri ataupun perusahaan non industri di Indonesia khususnya. 


Perusahaan kami sangat berkompeten dalam bidang pekerjaan jasa dan barang yang sesuai Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO ini , dan khusus pekerjaan kami bidang perpipaan minyak dan gas bumi. Kami sangat senang apabila bisa membantu menyelesaikan masalah perusahaan Anda dalam bidang mengerjakan Perpipaan Minyak dan Gas Bumi.

Menerima pekerjaan jasa dan barang yang sesuai Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO ini di seluruh Indonesia , Untuk melaksanakan pekerjaan jasa dan barang yang sesuai Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO ini  kami siap akan memberikan harga yang terbaik dan hasil yang terbaik anda bisa Menghubungi Kami :


Sekilas tentang pekerjaan Kami :
Jasa Pekerjaan Altekindo :
General Kontraktor, Supplier Perdagangan Umum Barang & Jasa, Pipe Valve, Enginering Service, Safety, Mekanikal dan Elektrikal , One Stop Supply for Hot Tapping and Plugging Operations, Engineering & Design Line Stop Operations, In Service Welding, Supply Material & Construction, Leak Repair Solution, Tapping Machine Maintenance Services, Hydro Test, Quick Opening Closure, Online Greasing.



Instalasi Mekanikal dan Elektrikal
  • Jasa Pelaksana Kontruksi Pemasangan Pipa Gas dalam Bangunan
  • Jasa Pelaksana Instalasi thermal,bertekanan,minyak,gas,geothermal (pekerjaan rekayasa)
  • Jasa pelaksana instalasi fasilitas produksi, penyimpanan minyak dan gas (pekerjaan Rekayasa)

Bangunan Sipil
  • Jasa Pelaksana Untuk Kontruksi Perpipaan Minyak dan Gas Jarak Jauh

    Supply Material & Supply Man power :
    • Sub bidangnya Pengadaan Pipa valve dan sambungan
    • Pengadaan Jasa Tenaga Kerja
    • Pengadaan Alat angkutan Darat
    • Mekanikal electrikal
    Barang/Jasa Dagangan Utama
    • Alat/Peralatan suku cadang Teknik Mekanikal, Elektrikal,Kontruksi Perpipaan,Telekomunikasi, Listrik,gas,pertambangan,barang elektronik, komputer,hasil barang percetakan, ATK, bahan bangunan, instrumentasi
    • Jasa Service dan Jasa lainnya

    PURGING:       
    Purging adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan gas yang berbahaya dalam suatu Vessel, Tanki  atau Jaringan Perpipaan dengan Gas yang bersifat Inert. Tujuanya adalah untuk mendapatkan jumlah Oxygen yang  terkandung didalamnya sehingga tidakdapat bereaksi dengan Gas yang akan digunakan.

    DRYING:       
    Proses pengeringan pada jaringan pipa dengan menggunakan metode Nitrogen/ Vaccum/ Dry Air, yang ditujukan dengan hasil dew point dan kadar H2O, penggunaan Nitrogen dapat mengurangi waktu pengeringan dibanding dengan menggunakan metode lainya.


    SERVICE TANKI:       
    Tanki liquid memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanki lainya, dalam hal ini Service yang dapat kami lakukan  adalah proses Vaccum, Perbaikan kebocoran,  penggantian Instalasi piping dan Painting


    FLANGE MANAGEMENT:       
    Pelayanan flange management kami berfokus untuk menghilangkan hal-hal yang terkait pada sistem sambungan flange to flange, termasuk perakitan dalam penyambungan flange, ketidakefektifan sistem tagging, ketidaksesuaian dalam pengencangan untuk meminimalisir peluang terjadinya kebocoran

    PNEUMATIC TEST :       
    Pengetesan terhadap suatu sistem atau equipment dengan menggunakan udara bertekanan, pengetesan ini bertujuan untuk memverifikasi integritas dari suatu sistem atau equipment setelah kontruksi sebelum beroperasi

    LEAK TEST  :       
    Pengetesan akhir menggunakan udara bertekanan pada sistem perpipaan untuk memastikan kerapatan sambungan pada flange to flange sebelum Gas-in

    HYDROTEST :       
    Pengetesan pada suatu sistem atau equipment dengan menggunakan media air bertekanan. Pengetesan ini dilakukan dengan tidak melebihi 90% dari kuat mulus/SMYS material, yang bertujuan untuk memastikan integritas dari system atau equipment setelah kontruksi sebelum beroperasi

    INSPEKSI CALIPER PIG:
    Pekerjaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi geometri internal pipa, cacat (dent, ovality) atau permasalahan mekanikal lainya. Inspeksi caliper pig memungkinkan owner untuk menentukan integritas pipa dalam beroprasi dikemudian hari.



    Hot Tapping adalah salah satu teknik penyambungan pipa dengan pencabangan, dimana pada waktu pelaksanaan penyambungan, aliran gas pada pipa eksisting tidak perlu dihentikan (ONLINE). Poisisi pencabangan dari pada sambungan pipa boleh terpasang secara tegak lurus atau mendatar, atau juga secara menyudut dengan kemiringan tertentu, hal ini disesuaikan dengan kondisi disekitar pipa eksisting tersebut.  Dalam hal ini secara garis besar hot tapping terdiri dari tiga pekerjaan utama yaitu ; material hot tapping, welding fitting dan bor tapping. Mesin bor yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah khusus dan diimport dari USA.   


    Jasa Hot Tapping , Di Indonesia teknik hot tapping ini mulai populer sekitar tahun 1995 dan yang mempunyai mesin Bor Tapping secara swasta belum banyak ada beberapa perusahaan .


    Hot Tapping Indonesia , Di perusahaan-perusahaan oil dan gas untuk memudahkan dalam penambahan ekstension, service, operation maupun maintenance sudah banyak yang menggunakan metode yang kami biasa menyebutnya dengan istilah Hot Tapping. Penerapan teknik hot tapping untuk saat ini banyak juga diterapkan pada perusahaan-perusahaan diluar oil dan gas seperti industri, hotel/restaurant, perusahaan air minum dan lainnya yang basic operationnya Utility (Mekanikal). 

    Cold Cutting and Beveling Adalah pekerjaan pemotongan pipa existing, Dimana Tie-in adalah pekerjaan penyambungan rangkaian pipa yang baru diinstall dengan pipa existing (pipa lama) yang salah satu pekerjaan beresiko tinggi di dalam pekerjaan konstruksi migas karena berhubungan dengan pipa existing yang masih bertekanan/ mengandung cairan/ gas. Waktu pelaksanaan tie-in bisa dengan shutdown partial (hanya line/ equipment yang berhubungan dengan line tersebut yang dimatikan/ diblock), total shutdown (semua proses dimatikan untuk pelaksanaan maintenance sekaligus) ataupun tie-in tanpa shutdown (hot-tap). 

    Sebelum proses pembukaan existing flange ataupun pemotongan pipa existing beberapa hal harus dipersiapkan bersama dengan pihak operator produksi (FO/ field operation) diantaranya adalah melakukan proses pembersihan minyak/ gas (oleh operator) dengan melakukan flushing (pembersihan dengan mengisi line existing dengan air sampai pipa existing bersih). 

    Setelah itu titik2 flange yang berhubungan dengan tie-in point diisolasi/ diblock dengan menggunakan blind untuk menghindari adanya cairan/ gas yang masuk ketika proses tie-in (sebelum membuka baut existing biasanya dilakukan hot bolting/ mengganti/ melumasi baut existing dengan cairan supaya karat/ cat hilang sehingga baut mudah untuk dibuka).

    Bolt Tightening Suatu pekerjaan Untuk mengencangkan baut (bolt tighten) dalam sambungan pipe line, terlepas dari beberapa factor antara lain: 
    • Material yang akan diikat (tight) seperti cylinder head; flanges; structure dan lainnya
    • Fungsinya ; untuk mengatasi kebocoran; kekuatan mechanical; atau lainnya
    • Beban dan temperatur yang bekerja pada bolt tersebut
    • Dan mungkin ada factor lain yang harus diperhitungkan sesuai dengan kebutuhannya.

    Refractory Jasa Pekerjaan Bata / Batu Tahan Api pekerjaan ini berguna untuk meredampanas dan juga sebagai konduktor panas, panas yang di keluarkan dan dihasilkan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini di fungsikan sebagai efisiensi penggunaan bahan bakar. dalam Refractory Bata / Batu Tahan Api atau Refractory biasanya dipergunakan di furnace pada Boiler, Melting, Incinerator, Reheaing, Kiln, dan lainnya. 

    Batu Tahan Api , Menerima pekerjaan untuk Jasa Pemasangan Bata / Batu Tahan Api (Refractory)  Pipe Gas Development dan Minyak Bumi - List Anggaran Biaya - Uraian Pekerjaan seluruh Indonesia , Untuk melaksanakan pekerjaan untuk Jasa Pemasangan Bata / Batu Tahan Api (Refractory) kami siap akan memberikan harga yang terbaik dan hasil yang terbaik anda bisa Menghubungi Kami : Dalam Jasa Pekerjaan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory ada suatu Pekerjaan Ramming Refractory , Dimana Pekerjaan ramming Refractory ini adalah suatu pekerjaan pelengkap untuk memberikan hasil pekerjaan yang sangat baik dalam pekerjaan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory dengan perlengkapan alat alat khusus seperti Air hammer, mulai dari ukuran terkecil sampai dengan ukuran terbesar.
    Bata Tahan Api, Perusahaan kami sangat berkompeten dalam bidang pekerjaan untuk Jasa Pemasangan Bata / Batu Tahan Api (Refractory) bidang perpipaan minyak dan gas bumi. Kami sangat senang apabila bisa membantu menyelesaikan masalah perusahaan Anda dalam bidang mengerjakan pekerjaan untuk Jasa Pemasangan Bata / Batu Tahan Api (Refractory) .Dalam Jasa Pekerjaan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory ada suatu Pekerjaan pengecoran Castable , ini merupakan suatu pekerjaan jika volume air jika perlu untuk tambahkan pada pencampuran castable , ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam sebuah instalasi atau pemasangan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory, khususnya untuk tipe Low Cement Castable, untuk bisa melakukan pekerjaan itu perusahaan kami di lengkapi dengan sebuah alat mixer khusus yang berupa paddle mixer dengan kapasitas mulai dari 50 kg sampai dengan 400 kg, juga sebuah alat vibrator unit untuk memadatkan seatu pengecoran.
    Dalam Jasa Pekerjaan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory ada suatu Pekerjaan gunning Refractory adalah suatu Pemasangan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory menggunakan suatu sistem gunning, sistem ini sangat cepat dalam pengaplikasiannya, dimana kapasitasnya bisa mencapai 5 (lima) ton per jam dan hasil pemasangan untuk pekerjaan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory yang bagus, karena ini di semprot dengan udara terkompresi sampai 115 Psi. Untuk pekerjaan Bata / Batu Tahan Api atau Refractory ini kami telah di lengkapi dengan “Reed gun”, mesin dengan sistem gunning buatan Amerika dengan jangkauan bisa sampai 100 meter dan kompresor udara sampai 115 Psi, dengan kapasitas gunning bisa mencapai 375 CPM.


    Insulation Jacketing Hot And Cold Pipe Valve , Pembungkus pipa Panas Atau Dingin, Menggunakan material tahan panas dan jacketing allumunium foil. Hot And Cold Insulation ( Isolasi ) Rock Wool, Glass Wool, Refractory, Ceramic Fiber, Dll, insulasi pipa steam, insulasi pipa chiller, insulasi tanki/vessel, insulasi boiler, insulasi kiln, insulasi refrigator, insulasi atap, insulasi ruangan genset, ducting AC sentral, dan lain-lain. 
    Hydrotest ,Secara arti nya saja kita dapat mengetahui bahwa hydrotest atau singkatan dari Hydrostatic test ialah pengujian dengan tekanan tertentu dengan menggunakan media air sebagai pengujinya untuk mengetahui kekuatan suatu material dan untuk mengetahui apakah terdapat kebocoran atau tidak (biasa nya dilakukan pada benda - benda yang telah disambung kan dengan sistem pengelasan). Hydrotest bertujuan untuk memverifikasi kekuatan mekanik pipa. Hydrotest dilakukan dengan memberi tekanan internal kepada pipa dan mempertahankannya selama beberapa waktu untuk memeriksa apakah ada penurunan tekanan (pressure drop). Jika terjadi penurunan tekanan pada rentang waktu tersebut, dapat diasumsikan ada kebocoran pipa. Standar seperti ASME B31.4, ASME B31.8, dan API RP 1110 memberi petunjuk bagaimana melakukan hydrotest untuk pipa gas dan liquid.

    Pneumatic Test adalah pengetesan terhadap suatu system atau equipment dengan menggunakan udara bertekanan. Pengetesan ini bertujuan untuk memverifikasi integritas dari suatu system atau equipment pasca konstruksi, sebelum beroperasi. Pekerjaan ini dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
    1. Set-up equipment dan instrument pada posisi yang benar sesuai dengan skematik, agar tidak mengganggu jalannya pekerjaan.
    2. Pasang dan rangkai fiting accessories secara baik dan benar dan pastikan tidak terjadi kebocoran saat pekerjaan berlangsung
    3. Gunakan APD yang sesuai sebelum pelaksanaan pekerjaan.
    4. Koordinasi dengan KONTRAKTOR, OWNER, dan Pihak Ketiga agar pekerjaan berjalan lancar.
    5. Cek kadar oksigen dalam area / lubang, apabila pekerjaan dilakukan pada area yang sempit (narrow space)
    6. Injeksi tekanan menggunakan compressor dan naikkan tekanan secara bertahap sampai dengan Pressure Test yang diinginkan / sesuai dengan kesepakatan bersama.
    7. Tahan tekanan selama waktu yang dibutuhkan / kesepakatan bersama.
    8. Turunkan tekanan secara bertahap sampai tekanan atmosfer / tekanan yang diinginkan untuk preservation
    9. Pekerjaan dinyatakan selesai, apabila tidak terjadi penurunan tekanan selama pekerjaan berlangsung / masih masuk dalam batas toleransi dan setelah Report dan dokumentasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut telah selesai ditandatangani bersama.

    Leak Test adalah pengetesan menggunakan udara / nitrogen bertekanan pada system perpipaan untuk memastikan kerapatan sambungan flange to flange sebelum system tersebut beroperasi / Gas-in. Pekerjaan ini dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
    1. Set-up equipment dan instrument pada posisi yang benar sesuai dengan skematik, agar tidak mengganggu jalannya pekerjaan.
    2. Pasang dan rangkai fiting accessories secara baik dan benar dan pastikan tidak terjadi kebocoran saat pekerjaan berlangsung
    3. Isolasi / tutup sambungan flange to flange dan marking sesuai kebutuhan untuk nantinya akan dilakukan bubble Test.
    4. Gunakan APD yang sesuai sebelum pelaksanaan pekerjaan.
    5. Koordinasi dengan KONTRAKTOR, OWNER, dan Pihak Ketiga agar pekerjaan berjalan lancar.
    6. Cek kadar oksigen dalam area / lubang, apabila pekerjaan dilakukan pada area yang sempit (narrow space)
    7. Injeksi tekanan menggunakan compressor / lorry tank dan evaporator, dan naikkan tekanan secara bertahap sampai dengan pressure Test yang diinginkan / sesuai dengan kesepakatan bersama.
    8. Tahan tekanan selama waktu yang dibutuhkan / kesepakatan bersama.
    9. Lakukan pengecekan pada sambungan flange to flange menggunakan sabun / soap / bubble Test
    10. Turunkan tekanan secara bertahap sampai tekanan atmosfer / tekanan yang diinginkan untuk preservation
    11. Pekerjaan dinyatakan selesai, apabila tidak terjadi penurunan tekanan selama pekerjaan berlangsung / masih masuk dalam batas toleransi, tidak terjadi gelembung pada sambungan flange to flange (bubble Test) dan setelah report dan dokumentasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut telah selesai ditandatangani bersama.

    Drying & Nitrogen Purging adalah proses pengeringan pada suatu system atau equipment dengan menggunakan metode Nitrogen / Vacuum / Dry Air untuk mendapatkan kadar dew point / kekeringan yang diinginkan. Dengan menggunakan nitrogen, waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini lebih singkat daripada menggunakan metode Vacuum / Dry Air.

    Pekerjaan Drying & Nitrogen Purging juga ditujukan untuk menggantikan gas yang berbahaya pada system atau equipment tersebut dengan gas inert / mulia. Hal ini dilakukan agar gas yang berada pada suatu system atau equipment tidak terjadi reaksi dengan gas lain yang digunakan sehingga menyebabkan potensi bahaya.
    Pekerjaan Drying & Nitrogen Purging dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
    1. Set-up equipment dan instrument pada posisi yang benar sesuai dengan skematik, agar tidak mengganggu jalannya pekerjaan.
    2. Pasang dan rangkai fiting accessories secara baik dan benar dan pastikan tidak terjadi kebocoran saat pekerjaan berlangsung
    3. Gunakan APD yang sesuai sebelum pelaksanaan pekerjaan.
    4. Koordinasi dengan KONTRAKTOR, OWNER, dan Pihak Ketiga agar pekerjaan berjalan lancar.
    5. Cek kadar oksigen dalam area / lubang, apabila pekerjaan dilakukan pada area yang sempit (narrow space)
    6. Masukkan (inject) nitrogen menggunakan lorry tank dan evaporator yang telah tersambung dengan pressure hose dan flexible hose (skematik terlampir) sampai dengan tekanan maksimum 1 bar
    7. Ambil dokumentasi yang dibutuhkan
    8. Tahan tekanan selama waktu yang dibutuhkan / kesepakatan bersama.
    9. Catat semua indikator tekanan, baik yang ada di lorry tank / evaporator dan Test object
    10. Release pressure yang ada di Test object sampai tekanan 0.5 bar. Fungsi tersebut dilakukan untuk membuang udara dan mengurangi kadar oksigen pada Test object
    11. Lakukan pekerjaan injection kemudian ditahan ± 20 menit dan release pressure berulang- ulang, sampai dengan kadar oksigen yang ditentukan telah tercapai
    12. Pekerjaan Drying & Nitrogen Purging dinyatakan selesai, apabila kadar Dew Point mencapai -150C dan kadar oksigen mencapai < 2% dan setelah report dan dokumentasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut telah selesai ditandatangani bersama.
    13. Selanjutnya tekanan ditahan 0.5 bar untuk blanketing / preservation

    Nitrogen (N2) Purging , STANDART OPERATING PROSEDURE PURGING Nitrogen (N2) Pekerjaan ini dilakukan setelah dilakukan hydrotest dan pembersihan pipa ( flushing / Pigging ) serta pengeringan-nya ( Drying ) yaitu melakukan pengisian pipa dengan gas Nitrogen sepanjang jalur pipa.


    Sebelum pengisian dilakukan harus dilakukan pemeriksaan oleh Pengawas Pekerjaan terhadap keseluruhan jaringan ( Valve, Gasket, Stud Bolt, dsb ). Bila perlu dilakukan penyempurnaan.

    Metode Kerja :

    a. Menyiapkan peralatan dan material untuk proses purging
    b. Selanjutnya selang nitrogen dipasangkan pada Venting Valve ukuran ¾” terhadap rangkaian line pipa exixting dengan benar
    c. Buka line purging dengan menaikkan pressure sistem hingga ± 20 psig
    d. Ulangi proses ( seperti langkah point C ) hingga kandungan oksigen kurang dari 2% dengan menggunakan alat Oksigen Detector
    e. Untuk menghindari adanya udara masuk ke dalam pipa, blanket pipa nitrogen dengan menjaga pressure 20 psig
    f. Pekerjaan Purging telah selesai

    Setelah pelaksanaan selesai, dilakukan pemeriksaan bersama untuk meyakinkan bahwa seluruh pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur.


    Fungsi : Dirancang untuk digunakan pada jaringan pipa yang ditanam,  sambungan pipa  fabrikasi, bending, fitting dan tie rods.

    Kegunaan : Anti korosi kompon karet menyediakan sendi yang disegel di longitudinal dan disbondment cahtodic sangan tahan 
    Pelindung : Overwidth interleaf silikon dilapisi mencegah tepi kotoran gulungan mengambil selama penanganan situs. Tersebut akan dihapus sebagai aplikasi 
    Servilok : Produk ini tersedia dalam sistem servilok. Lihat lembar soparate Data
    Terapan : Cepat dan sederhana dengan tangan atau mesin
    Iklim : Tropis

    Proteksi Katodik (Cathodic Protection) ,Proteksi Katodik (Cathodic Protection) adalah suatu metode untuk melindungi struktur logam dari korosi. Logam dengan struktur yang dibuat yang dicontohkan biasanya baja yang rentan terhadap korosi melalui reaksi oksidasi ketika mereka sering terjadi kontak dengan air.


    Blasting & Painting ,Sandblasting adalah rangkaian kegiatan surface preparation dengan cara menembakkan partikel padat dengan ukuran Grit 18 – 40 seperti pasir silica, steel grit atau garnet ke suatu permukaan dengan tekanan tinggi sehingga terjadi tumbukkan dan gesekan.

    Keuntungan dari Sandblasting :, Membersihkan permukaan material (besi) dari kontaminasi seperti karat, minyak, cat, garam dan lainnya. Membuat profile pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat. 

    Membuka pori-pori logam sehingga cat dapat lebih meresap, keuntungan ini tidak mungkin didapat hanya dengan cara di-ampelas.

    Jasa Wetblasting ,Wetblasting adalah proses yang sama dengan Sandblasting, bedanya ditambahkan campuran air khusus yang sudah ditambahkan bahan anti karat, kedalam pasir agar tidak menimbulkan percikan api dan debu pasir yang dapat menganggu proses produksi. Wetblasting biasa diaplikasikan untuk Area Khusus yang sangat sensitif terhadap percikan api dan atau debu, dan juga di ruang produksi yang tidak memungkinkan adanya penghentian proses produksi sesaat. Secara prinsip kerja sama seperti Dry Blasting atau Sandblasting biasa.



    Jasa Painting Coating ,Kegiatan painting atau coating merupakan kegiatan pelapisan logam dengan mengaplikasikan cat tertentu, disesuaikan dengan kebutuhan dan dimana barang tersebut akan dipasang. Apa saja yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik proses painting / coating ? Simak catatan berikut :

    Jasa Floor Coating ,Floor Coating yang juga dikenal dengan istilah Epoxy Flooring adalah kegiatan pengecatan menggunakan bahan cat khusus untuk melindungi lantai, agar kuat dan tahan lama, dan mengurangi resiko kerusakan akibat gesekan. Dengan floor coating selain ketahanan lantai bertambah, membuat lantai lebih mudah dibersihkan dan lebih indah.

    Surface Preparation, Selain diaplikasikan sebagai perlindungan terhadap korosi, coating juga berfungsi untuk memperindah. Sebagai pelindung, coating harus diaplikasikan dengan benar. Surface preparation (persiapan permukaan) sangat penting untuk mencapai aplikasi coating yang berhasil.

    Kontak : 
    PT. ALGA TEKNIK INDONESIA
    (ALTEKINDO)

    www.altekindo.com
    General Kontraktor, Supplier Perdagangan Umum Barang & Jasa Pipe, Valve, Engineering, Safety, Mekanikal Dan Elektrikal

    Divisi Marketing : 
    Kemanggisan Rawa Belong no.25 palmerah Barat 6 Jakbar 11480.

    Email Sales : sales@altekindo.co.id
    Kontak Phone : 085774889641

    Surface preparation adalah membersihkan dan mempersiapkan permukaan sebelum dilakukan aplikasi coating. Ini melibatkan :
    • Cleaning the surface : menyingkirkan kotoran, oli, grease, cat lama, karat, bekas pengelasan dan kontaminasi yang lain.
    • Repair : menghilangkan atau memperbaiki permukaan sehabis pabrikasi
    • Roughening the surface : mengkasarkan permukaan dengan tujuan agar cat dapat lebih merekat.



    Flange Facing on site Machining

    MENGAPA MEMBERSIHKAN STAINLESS STEEL
    Lapisan tipis kromium oksida sebagai lapisan pasif harus melindungi permukaan stainless steel dari korosi dan permukaan stainless steel akan terlihat bersih, halus, dan tidak bercela. Lapisan oksida kromium sebagai lapisan pelindung pasif pada permukaan stainless steel dapat rusak karena beberapa alasan.

    Skala warna panas dan oksida
    Pengelasan dari stainless steel atau perlakuan panas permukaan akan menghasilkan oksidasi dan warna hitam.

    Untuk mengembalikan ketahanan korosi permukaan stainless steel sepenuhnya, gunakan pasta Stainless Welding Cleaner (St.W.C) atau larutan Stainless Surface Cleaner ( St.S.C ).

    Kontaminasi
    Iron contamination
    Organic contamination.

    Dalam bentuk minyak, jejak kaki, kotoran, cat, residu lem dapat menyebabkan korosi celah di lingkungan yang agresif, Solusi Lapisan Pasifasi - P.L.S membangun perlindungan pasif baru pada permukaan baja stainless dalam waktu singkat.

    Cacat las
    Undercut, fusion tidak lengkap, penetrasi tidak lengkap, pori-pori, inklusi terak, mogok busur, hujan rintik-rintik las adalah khas dari cacat las.

    Cacat ini akan memiliki efek negatif pada sifat mekanik baja tahan karat itu sendiri, ketahanan terhadap korosi lokal dan membuatnya sulit untuk mempertahankan permukaan yang bersih.

    Permukaan kasar
    Permukaan stainless yang tidak dilas mengalami proses pengerolan dan pengepresan akan menghasilkan permukaan yang kasar.

    Permukaan kasar ini mengumpulkan endapan lebih mudah, dengan meningkatkan risiko korosi dan kontaminasi produk.

    Pickling adalah prosedur kimia yang paling umum untuk menghilangkan oksida dan kontaminasi.


    Stainless Welding Cleaner ( St.W.C )
    Untuk menghilangkan lapisan kerak hasil pengelasan, warna hitam hasil oksidasi pengelasan dan karat pada garis lasan pada baja tahan karat atau asam seperti stainless steel dan lainnya.

    CARA PEMAKAIAN
    Kampuh las yang akan dibersihkan, ditutup merata dengan Stainless Welding Cleaner ( St.W.C ) menggunakan Plastic Brushes dan diamkan selama 5 ~ 15 menit pada temperatur ruang, dan permukaan kampuh las atau permukaan Stainless Steel harus dijaga tidak mengering sebelum dibilas dengan air. Disarankan tidak mengencerkan Stainless Welding Cleaner ( St.W.C ) untuk menjamin proses pembersihan sempurna. Bilas menggunakan air bersih sampai PH air 7. Pemakaian : ± 200 mtr / kg.

    Stainless Surface Cleaner ( St.S.C )
    Stainless surface cleaner digunakan untuk membersihkan permukaan bagian dalam dan luar stainless steel 1-B finish dari lapisan karat tipis, bekas oli / gemuk yang mengering, lapisan emulsi pada pengeboran, kontaminasi, lapisan kerak bekas produk yang mengeras dan lain sebagainya, menghasilkan permukaan yang bersih metalik serta tahan terhadap karat.

    CARA PEMAKAIAN
    Dengan disemprot, dicelup atau sirkulasi untuk perpipaan, pompa, heat exchanger, tank, valve, filter, mixer, screw conveyor dan lainnya pada industri kimia, pulp & paper, petrochemical.

    Menggunakan plastic brushes, lap, paint brushes selama 5 s/d 30 menit dengan pemakaian ± 6 m2 / kg. Dan permukaan stainless steel dijaga selalu terlapisi oleh (St.S.C) selama proses pembersihan.

    Di spray menggunakan plastic sprayer atau dispray dengan pompa. Permukaan yang sedang dibersihkan dijaga tetap terlapis dan basah oleh (St.S.C) sekitar 10 s/d 30 menit dengan perkiraan pemakaian 6 s/d 8 sq.m/kg.

    Dengan pencelupan. Siapkan wadah dari container plastic lalu tuangkan (St.S.C) murni, kemudian rendamkan barang yang akan di surface treatment selama 1 s/d 3 jam. (sesuai kebutuhan). Kemudian angkat barang dari wadah ( St.S.C ), bilas dengan air sabun dan air bersih dan bila diperlukan check air bilasan s/d PH 7. Kembalikan (St.S.C) ke container semula untuk dapat dipakai kembali.

    Dengan cara sirkulasi untuk pembersihan bagian dalamnya tanki, valve, pipa stainless steel dan lain – lain. Disarankan menggunakan pompa plastic untuk sirkulasinya atau stainless steel dengan seal sekelas NBR. Sirkulasi dapat dilakukan 1 s/d 3 jam ( sesuai kebutuhan ), kemudian tampung kembali ( St.S.C ) untuk pemakaian berikutnya. Bilas permukaan dengan sirkulasi air sabun kemudian air bersih sampai PH air mencapai 7.

    Bilas semua permukaan yang sudah dibersihkan dengan cara a) dan b) , menggunakan air sabun dan air bersih.

    Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C )
    Sanitary surface cleaner digunakan untuk membersihkan permukaan dalam dan luar stainless steel 2-B Finish / Sanitary finish dari lapisan karat tipis, bekas oli / gemuk yang mengering, kontaminasi, lapisan kerak bekas produk yang mengeras dan lain sebagainya, yang akan menghasilkan permukaan sanitary bersih mengkilat serta tahan terhadap karat.

    CARA PEMAKAIAN
    Dengan disemprot, dicelup atau sirkulasi untuk perpipaan, pompa, plate heat exchanger, homogenizer, tank, valve, filter, mixers dan lainnya pada industri makanan dan minuman serta farmasi.

    Menggunakan plastic brushes, lap, paint brushes selama 5 s/d 30 menit dengan pemakaian ± 6 m2 / kg. Dan permukaan stainless steel dijaga selalu terlapisi oleh Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C ) selama proses pembersihan.

    Di spray menggunakan plastic sprayer atau dispray dengan pompa. Permukaan yang sedang dibersihkan dijaga tetap terlapis dan basah oleh Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C ) sekitar 10 s/d 30 menit dengan perkiraan pemakaian 6 s/d 8 sq. m / kg.

    Dengan pencelupan. Siapkan wadah dari container plastic lalu tuangkan Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C ) murni atau dicampur air 1:1, kemudian rendamkan barang yang akan di surface treatment selama 1 s/d 3 jam. ( sesuai kebutuhan ). Kemudian angkat barang dari wadah Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C ) , bilas dengan air sabun dan air bersih, dan bila diperlukan check air bilasan s/d PH 7. Kembalikan Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C ) ke container semula untuk dapat dipakai kembali.

    Dengan cara sirkulasi untuk pembersihan bagian dalamnya tanki, valve, pipa stainless steel dan lain – lain.Disarankan menggunakan pompa plastic untuk sirkulasinya atau stainless steel dengan seal sekelas NBR. Sirkulasi dapat dilakukan 1 s/d 3 jam ( sesuai kebutuhan ), kemudian tampung kembali Sanitary Surface Cleaner ( S.S.C ) untuk pemakaian berikutnya. Bilas permukaan dengan sirkulasi air sabun dan air bersih sampai PH air mencapai 7.

    Bilas semua permukaan yang sudah dibersihkan dengan cara a) dan b) menggunakan air sabun dan air bersih.

    Metal Surface Cleaner ( M.S.C )
    Metal surface cleaner digunakan untuk membersihkan permukaan luar dari metal atau baja dan stainless steel dari karat, lapisan oli / gemuk / acrylic yang mengering, lapisan kerak bekas produk yang mengeras dan lain sebagainya yang akan menghasilkan permukaan yang bersih, juga dapat digunakan sebagai persiapan permukaan metal sebelum pengecatan atau pelapisan.

    CARA PEMAKAIAN
    Dengan kuas plastic disemprot atau dicelup untuk peralatan industri, gear box dan lainnya yang terbuat dari metal, diamkan sekitar 5 menit pada temperatur ruang, kemudian bilas dengan air sabun, kemudian bersihkan dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain bersih sebelum dilakukan pelapisan.

    Menggunakan kain lap, kuas , kemudian digosok ke permukaan metal yang akan dibersihkan selama ± 5 s/d 15 menit, permukaan akan bersih dan bebas dari kotoran. Pemakaian ± 12 m2 / kg.

    pray selama 20 menit dengan pemakaian ± 8 m2 / kg dan Pencelupan selama 20 menit pada permukaan carbon steel akan menghasilkan permukaan bersih dan terang bebas dari kotoran, sehingga cat dasar akan mampu melekat dengan baik sekelas perawatan SSPC-SP 6-63

    Bilas semua permukaan yang sudah dibersihkan menggunakan air sabun dan air bersih hingga air bilasan mencapai PH7, keringkan permukaan sebelum dilakukan coating untuk carbon steel atau metal lainnya.

    Steel Pickling with Metal Surface Cleaner – M.S.C
    - Our product free from hydrochloric acid ( HCL ) to avoid pitting corrosion on metal.
    - Steel structures painting council ( SSPC ) standards.

    1. SP-1 Solvent Cleaning
    2. SP-2 Hand Tool Cleaning
    3. SP-3 Power Tool Cleaning
    4. SP-4 Flame Cleaning
    5. SP-5 White Metal Blast Cleaning
    6. SP-6 Commercial Blast Cleaning
    7. SP-7 Brush off Blast Cleaning
    8. SP-8 Pickling
    9. SP-9 Weathering Followed by Blast Cleaning
    10. SP-10 Near-White Blast Cleaning

    - SSPC-8 by Pickling compare to Commercial Blast Cleaning SSPC-6 ( SA 2.5 ).

    - Cost of surface preparation compare : 1 SSPC-6 = 0.3 to 0.4 SSPC-8.

    General Surface Cleaner ( G.S.C )
    General surface cleaner adalah pembersih serba guna untuk metal / baja / aluminium / stainless steel / chrom / keramik / kaca mobil / electroplating / cat epoxy dan lainnya untuk membersihkan permukaan dari lapisan tipis karat, bekas air mengering, lapisan kotoran air dan lainnya, yang akan menghasilkan permukaan yang bersih cemerlang.

    CARA PEMAKAIAN
    Dengan kain, kuas plastik, disemprot atau dicelupkan untuk keperluan pembersihan permukaan secara umum.

    Menggunakan kain lap, kuas , kemudian digosok ke permukaan metal yang akan dibersihkan selama ± 5 menit, permukaan akan bersih dan bebas dari kotoran. Pemakaian ± 12 m2 / kg.

    Spray selama 20 menit dengan pemakaian ± 8 m2 / kg pada stainless steel dan lainnya akan menghasilkan permukaan bersih dan terang.

    Pencelupan selama 20 menit pada permukaan stainless steel dan lainnya akan menghasilkan permukaan bersih dan terang bebas dari kotoran.

    Bilas semua permukaan yang sudah dibersihkan menggunakan air bersih.

    Passivation Layer Solution ( P.L.S )
    Lapisan chromium oxide sebagai lapisan proteksi yang bersifat pasif pada permukaan stainless steel bisa rusak karena pemakaian alat carbon steel, penggerindaan, pengelasan, pembentukan dan aktivitas ini akan menurunkan kemampuan ketahanan terhadap karat pada stainless steel. Passivation layer solution akan membentuk lapisan proteksi baru yang bersifat pasif pada permukaan stainless steel dalam waktu singkat dengan cara penyemprotan, pencelupan dan sirkulasi.

    CARA PEMAKAIAN
    Pemakaian bisa dilakukan dengan cara :

    Spray selama 25 menit dengan perkiraan pemakaian 10 sq. m / kg.

    Dipping / pencelupan selama 1 s/d 3 jam.

    Dengan cara sirkulasi untuk pembersihan bagian dalamnya tanki, valve, stainless steel dan lain – lain.

    Disarankan menggunakan pompa plastic untuk sirkulasinya atau stainless steel dengan seal sekelas NBR. Sirkulasi dapat dilakukan 1 s/d 3 jam (sesuai kebutuhan), kemudian tampung kembali Passivation Layer Solution ( P.L.S ) untuk pemakaian berikutnya. Bilas semua permukaan yang sudah di passivasi menggunakan air sabun dan air bersih hingga air bilasan mencapai PH 7.

    Proses Perkaratan umumnya disebabkan oleh reaksi kimia akibat kontaminasi dari senyawa eksternal yang biasanya datang dari air dan udara. Ceramic Coating berperan melindungi bahan metal dari kontaminasi dan reaksi senyawa-senyawa eksternal tersebut.

    Ceramic Coating ini banyak digunakan pada berbagai bidang industri, seperti:

    - Industri kimia
    - Kilang minyak
    - Pengolahan limbah
    - Industri makanan dan minuman
    - Pembangkit listrik

    Ceramic Coating ini bisa bertahan hingga 20 tahun, tergantung dari kondisi substrat serta faktor-faktor lingkungan yang ada, seperti lingkungan laut, kelembaban, kondisi asam atau basa, serta kondisi ekstrim lainnya. Dan dikenal memiliki kekuatan tarhadap abrasive maupun impact nomor 2 setelah intan.

    Tahapan Pekerjaan :

    A. SURFACE PREPARATIONSURFACE PREPARATION 
    yaitu proses penyiapan permukaan pipa dengan mesin Blasting yang berfungsi untuk membersihkan permukaan pipa dari segala kotoran dan mill scile dan membentuk kekasaran yang berguna untuk mengikat cairan epoxy ketika proses applikasi nanti.

    Pada tahapan ini sangat menentukan baik jeleknya kualitas dari hasil proses applikasinya nanti. Pada tahap Surface preparation ini dilakukan banyak inspeksi dan pengecekan diantaranya yaitu:

    1.
     Dew Point
    Dew Point yaitu temperatur dimana uap air akan menjadi embun, dalam istilah lain disebut dengan Titik Embun. Untuk mencari Dew point ini, bisa dengan perhitungan Dew Point atau dengan menggunakan alat yang bernama Whearling dan tabelnya..

    Fungsi Dew point disini sebagai batasan, dimana temperatur terendah yang harus dimiliki oleh pipa ketika mau proses applikasi epoxy.

    2.
     Relatif Humidity (RH)
    Relatif Humidity yaitu tingkat ketinggian kadar uap air yang ada pada ruangan dimana akan dilakukan proses Blasting,. Biasanya dalam bentuk satuan (%) dan batasan maksimumnya yaitu 85%. Jika RH kurang dari atau sama dengan 85% maka proses Blasting dapat dilakukan, tetapi jika RH lebih besar dari 85% maka proses Blasting tidak boleh dilakukan karena tingkat kandungan uap air di udara terlalu besar yang akan mengakibatkan uap air menempel pada permukaan pipa dan ini merupakan penyebab dari proses karat sebelum pipa diapplikasi. Untuk mengetahui besarnya RH dapat dicari dengan tabel Whearling ataupun alat deteksi RH auto.


    3.
     Pipe Temperatur
    Pipe Temperatur yaitu temperatur pipa yang mana bisa kita ketahui dengan menggunakan alat yang bernama Thermocopple. Ketentuan temperatur pipa yang boleh untuk diapplikasi yaitu minimal 3ºC diatas Dew Point (3ºC Above Dew Point). Jika temperatur pipa kurang dari 3ºC diatas Dew Point atau dibawah Dew point, maka applikasi tidak boleh dilakukan, karena uap air akan menempel pada permukaan pipa yang menyebabkan hasil applikasi tidak bisa tahan lama karena akibat uap air yang menempel tadi akan mengakibatkan pipa mengalami karat.
       
    4. Surface Roughness
    Surface Roughness yaitu tingkat kekasaran permukaan pipa setelah melalui proses blasting. Surface Roughness ini diukur setelah blasting finish, dan ini dapat kita ketahui tingkat kekasarannya dengan berbagai cara, diantaranya yaitu melalui perbandingan dengan alat komper yang bernama Comparator sesuai dengan ASTM D-4417A, ataupun dengan menggunakan bantuan Replica Tape sesuai dengan ASTM D-4417C yang kemudian kita ukur dengan alat yang bernama Foil Thickness Gauge (Dial Indicator Gauge) sesuai dengan ASTM D-4417D. Kekasaran permukaan pipa ini dibentuk bertujuan untuk mengikat cairan epoxy supaya terjadi bondit (menempel) dengan permukaan pipa. Semakin kasar permukaannya, maka tingkat ikatannya semakin kuat. Dan sebaliknya semakin halus permukaannya, maka semakin lemah tingkat bonditnya. Kekasaran permukaan ini harus disesuaikan dengan tebal epoxy yang dinginkan, biasanya sekitar 30 s/d 100 µm.

    5. Salt Contamination
    Salt Contamination yaitu kadar garam yang terkandung pada permukaan pipa, semakin besar kadar garam yang terkandung maka proses karat alkan semakin cepat. Jadi kadar garam harus seminimal mungkin, biasanya kandungan kadar garam yang diperbolehkan untuk proses applikasi epoxy ini maksimal 2 mg/cm2. untuk mengetahui tingkat kandungan kadar garam yang ada pada pipa ini dapat kita gunakan bantuan alat yang bernama Salt Contamination Test.

    6. Dust level
    Dust Level yaitu tingkat kandungan kotoran atau debu yang ada pada pipa setelah proses Blasting selesai. Hal itu dapat kita ketahui dengan menggunakan masking tipe yang terbuat dari plastik transparan, kemudian kita bandingkan dengan tabel Dust level. Kreteria penerimaan Dust Level yaitu sampai dengan level 3. jika terjadi level 4, maka harus dilakukan proses Blasting ulang.
    7.Cleaness

    Cleaness yaitu tingkat kebersihan permukaan pipa secara visual. Untuk Cleaness ini ada beberapa tingkatan/macam, yaitu:

    ·                     Brush Of Cleaning (SSPC SP-7) Sa 1
    Sa 1 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale, cacat setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya. Sa 1 ini merupakan tingkat kebersihan permukaan pipa yang paling jelek, yang mana karat-karat pada permukaan pipa masih tetap ada.untuk proses Applikasi Epoxy standart Sa 1 tidak diperbolehkan melakukan proses Applikasi.
    ·                     Commercial Cleaning (SSPC SP-6) Sa 2
    Sa 2 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale karat, cacat setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya. Sa 2 ini merupakan tingkat kebersihan permukaan pipa yang sedikit lebih baik dari Sa 1, tetapi tingkat ini masih tidak boleh proses Applikasi, karena sisa-sisa karat masih sedikit ada.
    ·                     Near White Metal Cleaning (SSPC SP-10) Sa 2 1/2
    Sa 2 1/2 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale karat, cacat setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya dengan hasil warna pipa tersebut mendekati putih. Sa 2 ini merupakan tingkat kebersihan permukaan pipa yang sudah diperbolehkan untuk proses Applikasi Epoxy.
    ·                     White Metal Cleaning (SSPC SP-5) Sa 3
    Sa 3 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale karat, cacat setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya dengan hasil warna pipa tersebut putih. Sa 3 ini merupakan tingkat kebersihan yang paling baik. Untuk mendapatkan tingkat Sa 3 ini, harganya biasanya sangat mahal, karena terlalu sulit untuk mencapainya.

    Selain 7 kreteria diatas, permukaan pipa setelah proses Blasting harus kita kita visual, karena jika tidak dilakukan, apabila ada cacat yang seperti tersebut pada jenis cacat di Incoming Pipe akan merusak epoxy setelah proses Applikasi selesai. Jadi jika cacat-cacat tersebut masih ada harus digerinda ulang.

    Sandblasting
    Yaitu proses pembersihan permukaan material dengan cara menggunakan butiran-butiran steel grit dan steel shot ataupun pasir kering yang disemburkan dengan tekanan udara yang sangat kuat sehingga menghilangkan lapisan material yang paling luar, termasuk karat dan mill scale.

    Musuh abadi seluruh benda berbahan dasar metal/besi adalah karat/korosi. Ada salah satu cara yang paling efektif dan cepat untuk mengusir karat/korosi yaitu sandblasting.
    Sandblasting, adalah proses penyemprotan abrasive material biasanya berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan tujuan untuk menghilangkan material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dll. Selain itu juga bertujuan untuk membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal agar dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan metal dengan bahan pelindung misalnya cat. Tingkat kekasarannya dapat disesuaikan dengan ukuran pasirnya serta tekanannya. Perlu diketahui berhasil atau gagalnya suatu pengecatan sangat tergantung pada tingkat kebersihan dan tingkat perekatan antara cat dan permukaan serta tingkat kepadatan dan perataan dari cat itu sendiri.

    Sandblasting merupakan proses yang diadaptasi dari teknologi yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang oil & gas, industri, ataupun fabrikasi guna membersihkan atau mengupas lapisan yang menutupi sebuah obyek yang biasanya berbahan dasar metal/besi dengan bantuan butiran pasir khusus yang ditembakkan langsung dari sebuah kompresor bertekanan tinggi ke obyek.
    Keuntungan dari Sandblasting :
    1. Membersihkan permukaan material (besi) dari kontaminasi seperti karat, tanah, minyak, cat, garam dan lainnya.
    2. Mengupas cat lama yang sudah rusak atau pudar
    3. Membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat.

    MBX Metal Blaster
    MBX® Metal Blaster® adalah alat tangan daya unik, penanganan mudah, dan berperforma cepat yang menggerakkan berbagai sabuk kawat dan roda penghapus. Alat IN-LINE berkinerja tinggi ini dikembangkan secara khusus untuk Surface Preparation/ Persiapan permukaan di industri otomotif.

    Pengurangan gigi yang dirancang khusus meningkatkan torsi pada 3.500 rpm. Kecepatan rendah dalam kombinasi dengan konstruksi ringan (2,4 lbs) memastikan keselamatan kerja tingkat tinggi dan penanganan yang mudah dan fleksibel. Desain IN-LINE MBX® Metal Blaster® memungkinkan efisiensi operasi setinggi mungkin di area yang sulit dijangkau.

    Teknologi revolusioner MBX menawarkan keuntungan yang berbeda dibandingkan metode persiapan permukaan konvensional dan akan menghasilkan hasil yang unggul dengan waktu dan tenaga yang jauh lebih sedikit.

    Pipa yang sudah diproses Blasting harus segera diproses Applikasi, karena pipa yang sudah di proses Blasting ini mempunyai batasan waktu untuk diproses Applikasi. Selang waktu yang diperbolehkan untuk diproses Applikiasi yaitu tidak boleh lebih dari 3 jam. Karena kalau lebih dari 3 jam, maka banyak debu yang akan menempel pada permukaan pipa, dan uap airpun juga akan menempel pada permukaan pipa, karena temperatur pipa sudah turun menyamai temperatur ambeient (temperatur ruangan).BCERAMIC COATING APPLICATION
    Ceramic Coating Application yaitu proses applikasi epoxy terhadap material yang mana kali ini kita gunakan material pipa. Proses ini dapat dilakukan dengan manual, semi manual ataupun secara mesin. Untuk hasil yang baik dan merata kita gunakan dengan mesin. Alat yang kita gunakan diantaranya yaitu:

    1.
     Agitator
    Agitator yaitu alat yang berfungsi untuk mengaduk campuran epoxy, alat ini menggunakan tenaga tekanan udara dari compressor.

    2. Graco lengkap
    Graco yaitu alat spray yang menggunakan tekanan udara sebagai tenaga. Alat ini merupakan jenis pompa air untuk memompa cat epoxy untuk diapplikasikan kepada pipa.

    3.RotatorRotator disini berfungsi untuk meletakkan pipa yang telah diproses blasting untuk diproses Applikasi, alasan ditaruh pada rotator agar pada saat applikasi pipa dalam keadaan berputar agar ketebalan epoxy merata dan hasilnya baik tanpa ada cacat. Rotataor diletakkan pada kedua ujung pipa, yaitu pada area cut back (area tanpa epoxy yang berfungsi untuk memberikan ruang gerak untuk proses welding ketika saat pipa dijoint antara satu dengan yang lain). Cut back ini biasanya panjangnya 100 mm ±10 mm.

    4.Kereta
    Kereta disini digunakan untuk mengikat ujung graco (spray) yang digerakkan dengan kecepatan tertentu yang nantinya akan berfungsi untuk menyepray. Tetapi sebelum dilakukan proses applikasi, perlu disetting jarak antara kereta dengan pipa, serta kecepatan kereta dengan kecepatan rotator sehingga membentuk overlap yang baik dan merata serta ketebalan yang sesuai.

    Pada proses Coating Applikasi ini ada beberapa hal yang perlu diinspeksi dan diperhatikan, diantaranya yaitu:

    a)
     Material
    Material yang dimaksud disini yaitu Material Epoxynya (Base dan Curing Agent serta Thinner). Chek jenis, warna dan typenya apa sesuai dengan permintaan Customer. Kemudian chek masa aktifnya serta bacth numbernya. Kemudian baca Data shet tentang product Epoxy tersebut. Dari Data Shet ini kita akan mengetahui segala tentang material product yang digunakan, mulai dari jenis, warna, type, pot life, curing time, mixing ratio dan kandungan bahannya.

    b) Mixing Ratio
    Mixing Ratio yaitu perbandingan campuran antara Base dan Curing Agent, perbandingan ini harus sesuai dengan data shet terlampir. Sedangkan penambahan Thinner harus sesuai dengan yang direkomendasikan dalam data shet. Lama pengadukan biasanya berkisar antara 10 s/d 15 menit. Setelah itu chek viscosity (kekentalan) epoxy dengan menggunakan alat yang bernama Vicositas Cup dengan bantuan Stopwacth.

    c) Air Blother Chek
    Air Blother Chek yaitu proses inspeksi terhadap kandungan tekanan udara yang digunakan sebagai penggerak Agitator dan Graco. Kreteria penerimaannya yaitu tidak boleh mengalami oil contaminasi, maksudnya yaitu tidak boleh mengandung bahan oil. Cara menginspeksinya dengan menggunakan kertas tisue.

    d) Visual Inspektion
    Visual Inspektion disini yaitu lihat dan chek visual ketika proses applikasi, jangan sampai ada cacat, kalau ada cacat segera cari penyebabnya dan perbaiki. Cacat disini antara lain: blister, sagings, pinhole, orange pells, abrasive, spray spoot.

    e)         Wet Film Thickness (WFT)
    Wet Film Thickness yaitu proses pengecekan ketebalan epoxy pada saat epoxy masih dalam keadaan basah. Untuk mengukurnya kita membutuhkan alat bantu yang bernama Wet Film Thickness Gauge. Jika ketebalan masih kurang, maka perlu dilakukan penyeprayan ulang sampai ketebalan mencukupi. Perlu diketahui disini bahwa ketebalan ketika masih basah dan setelah kering tidak akan sama karena dipengaruhi oleh volume solids dari epoxy yang digunakan tersebut. Untuk mengetahi volume solids material epoxy tersebut kita perlu melihat Data Sheetnya. Rumusnya sebagai berikut:
    Tebal kering = Tebal Basah X Percentase Volume Solids

    C. FINISHING
    Finishing yaitu proses coating epoxy yang terakhir, yaitu proses inspeksi hasil applikasi ketika epoxy sudah kering. Pada proses ini ada proses coating repair yaitu proses perbaikan coating epoxy pada bagian - bagian yang cacat.


    Pada Finishing ini dilakukan beberapa inspeksi, diantaranya yaitu:

    1. Dry Film Thickness (DFT)
    Dry Film Thickness yaitu ketebalan lapisan epoxy yang telah diapplikasikan kepada pipa setelah kering. Disini perlu diinspeksi karena pengukuran ketika epoxy masih dalam keadaan basah tidak 100 persen akurat, Untuk itulah perlu kita chek Coating Thickness setelah kering. Untuk mengetahui Dry Film Thickness tersebut kita memerlukan alat bantu yang disebut dengan Coating Thickness Gauge. Jika ketebalan lapisan Epoxy sudah OK, maka akan kita lakukan inspeksi tahap selanjutnya. Tetapi kalau lapisan epoxynya kurang tebal, maka perlu dilakukan proses Recoating, yaitu proses penambahan lapisan epoxy tanpa melalui proses blasting.


    Coating Thickness Gauge.

    2. Visual Inspection
    Visual Inspection yaitu pengecekan visual Coating Epoxy setelah kita pastikan ketebalan lapisan Epoxy sudah OK. Pada tahapan ini kita tandai cacat yang ada yang nantinya akan diproses Coating Repair. Untuk proses repair harus dilakukan secara manual, baik menggunakan spray manual maupun kuas.


    3. Holiday Detektor
    Holiday Detektor yaitu Inspeksi kebocoran lapisan epoxy dengan cara menggunakan tegangan listrik. Biasanya tegangan yang digunakan yaitu 12 volt untuk 1 µm.


    4.Roughness
    Roughness yaitu kekasaran lapisan epoxy. Jadi tingkat kekasaran lapisan epoxy harus kita ukur, yaitu dengan menggunakan alat bantu yang bernama Roughness Gauge.


    Selain hal-hal yang perlu diinspeksi diatas, ada hal-hal lain yang perlu kita perhatikan, diantaranya kebersihan cut back dan panjang cut back. Selain itu juga masih banyak pengujian di laburatorium yang harus dilakukan terhadap hasil epoxy tersebut jika menginginkan hasil epoxy yang standart Internasional. Diantara pengujian-pengujian tersebut adalah: Crosscut, Pull on, Water Soak, Bending, Cure Test dan lain-lain
    .


    Semoga tulisan atau Judul ini merupakan artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO yang dibuat Kami, bermanfaat bagi anda semua,jangan kapok untuk membaca artikel selanjutnya, maaf apabila Judul atau tulisan dan  artikel yang di buat di blog/website ALTEKINDO ini banyak kekurang dan kesalahan baik Kata dalam tulisan maupun bahasan artikel ,maklum dalam tahap belajar , salam sukses , dan terima kasih.
    ALTEKINDO Group
    Untuk Informasi Hubungi : 
    Budi
    Email : sales@altekindo.co.id
    Kontak  : 085774889641 (KONTAK AKTIF 24 JAM - CHAT VIA WHATSAPP)
     
    Support : Creating Website | Abimanyu | Mas Template
    Copyright © 2011. ALTEKINDO - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger